Comments

Apa Itu Hybrid ? Yuk kenali Hybrid Supaya Gak Ngibrid

Hybrid
Wartawan Rusuh.. Sudah tau Apa Itu Hybrid ? Istilah hybrid atau di Indonesiakan, hibrida, sebenarnya bukan berasal dari dunia otomotif. Istilah ini lebih dikenal dari industri pangan atau pertanian. Maksudnya adalah upaya menggabungkan dua elemen demi mendapatkan keuntungan lebih.

Sobat (BWR) tau sama jagung hibrida ? Beras hibrida ? dan Kelapa hibrida ? itulah dia jika berbicara hybrid dalam bidang pertanian, namun disini kita bicara dalam bidang otomotif ya sobat.

Tak jauh dari pertanian hybrid dalam otomotif ini adalah upaya menggabungkan dua elemen yang dilakukan dalam mengolah tenaga pada mobil. Dengan Cara menggabungkan dua penghasil daya dengan prinsip kerja berbeda untuk mendapatkan satu tujuan yang sama yaitu Tenaga.

Yang digabungkan adalah unit mesin bakar internal sebagai mesin konvensional yang dipadu dengan motor bersumber daya tenaga listrik.

Trus Apa Saja Komponen Utama Hybrid ?

1. Mesin bakar internal.

Bahan Bakar Intermal
Sobat mungkin mengenalnya dengan istilah mesin konvensional. Mesin yang digunakan di mobil hybrid tidak memiliki perbedaan dengan mesin pada umumnya. Pembakarannya terjadi di dalam ruang bakar dengan mengompresikan bahan bakar dan udara kemudian dipicu oleh busi ataupun kompresi. Mesin ini tetap dibutuhkan dalam teknologi hybrid sebagai penyuplai tenaga terbesar. Namun Untuk pengisian bahan bakarnya sobat pun masih perlu mampir ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

2. Motor-Generator Elektrik

Generator Listrik
Nah untuk lebih mudah membayangkannya, sobat tahu dinamo di mainan Tamiya yang bisa menggerakkan roda kan ? Nah itu anggap saja ada versi dengan skala lebih besar dari dinamo itu di mobil sobat untuk menggerakkan roda. Perangkat ini disebut motor elektrik. Tugasnya adalah memberikan energi kinetik (motor) pada roda dengan bersumber daya listrik, dan juga beralih menjadi penghasil listrik (generator) dengan sumber energi kinetik dari deselerasi mobil saat pengereman. (timbal balik yang saling menguntungkan).

3. Batrai

Batrai
Coba sobat langsung membayangkan baterai adalah unit yang kita sering sebut sebagai aki, Wah itu maka salah besar. Bukan baterai itu yang Wartawan Rusuh maksud. Baterai dalam mobil hybrid merupakan unit yang memiliki daya simpan listrik lebih besar dibanding aki, ini konstruksinya terdiri dari lempengan nikel atau yang terbaru, lithium. Dimensinya pun cukup besar, misalnya Nissan dan Toyota Camry  harus mereduksi sebagian ruang bagasinya demi menempatkan baterai ini. Tugasnya adalah menyimpan, dan menyuplai energi listrik untuk menggerakkan motor elektrik. itu Jenis-jenis Mobil Hybrid

Meski sistem dasarnya terdiri atas kombinasi dua jenis mesin, namun seiring perkembangan dan penggunaannya, sistem mesin hibrida ini mempunyai jenis klasifikasi umum.
Berikut ini pembagiannya menurut Edmunds.


A. Mild Hybrid



Sistem ini sebenarnya mengambil prinsip kerja hybrid, hanya saja demi meredam biaya produksi yang berujung harga mobil, mereka hanya mengambil sedikit manfaat untuk sedikit menaikkan efisiensi mobilnya. Sistemnya memiliki motor-generator berbentuk seperti alternator penghasil listrik, namun memiliki fungsi bukan hanya sebagai penghasil listrik untuk disimpan di dalam aki.

Alternator yang dalam teknologi Mild Hybrid Suzuki disebut Integrated Starter Generator, ini juga mampu memberikan putaran tambahan pada mesin. Dalam skema Mild Hybrid, Dibutuhkan baterai lithium sebagai sumber tenaga motor elektriknya. Namun, dimensinya lebih kompak, sehingga biaya produksi yang dibutuhkan pun bisa sedikit di kurangi.

B. Full Hybrid


Jenis mobil hybrid inilah yang sering kita temui di jalan raya kan. Tentunya sistem ini memiliki semua peranti dasar mobil hibrida. Coba kita lirik garapan Nissan All New X-Trail Hybrid yang dijual di Indonesia dengan harga (RP 600 juta). Mobil ini memiliki mesin konvensional 2.0 liter bertenaga 147 dk dengan torsi 207 Nm. Motor elektriknya, bisa menyumbang tenaga hingga 41 dk. Sumber tenaga motor listrik ini dari baterai lithium ion.

Berkat sistem hybrid, performa tenaga X-Tral 2.0 Hybrid setara dengan X-Trail bermesin lebih besar yakni 2.5 liter, namun lebih irit dari pada X-Trail 2.0 liter konvensional. Pada laman resminya, Nissan Indonesia menyebut hasil pengujian konsumsi bahan bakar di Jepang (JC08) memperlihatkan bahwa New X-trail Hybrid mengkonsumsi bensin 20,6 Km/l.

Konsumsi yang irit itu dimungkinkan terjadi karena mobil full hybrid memiliki kemampuan bergerak tanpa membakar bahan bakar sama sekali dan mengandalkan motor elektrik saja. Biasanya sistem ini beraksi pada kecepatan 0 hingga kecepatan rendah. Pada Nissan X-Trail Hybrid, saat sistem ini aktif, logo EV akan muncul di panel instrumenya, sehingga pengguna akan tahu secara langsung.

C. Plug-In Hybrid


Bukan hanya ada pada blog builder saja plug in juga ada pada sistem pengembangan dari Full Hybrid sob. Kemampuan melenggang dengan mengandalkan energi listrik seutuhnya, pengisian baterai saat deselerasi, hingga menambah tenaga. trus apa bedanya ya ?

Pembedanya adalah sistem mobil Plug-In Hybrid dapat diisi langsung menggunakan adaptor dari listrik rumah. Sehingga baterai dapat diisi ketika mobil diparkir ataupun ketika mengunjungi stasiun pengisian elektrik. Fungsi kerja dari mobil Plug In Hybrid ini juga bahkan bisa berjalan hingga kecepatan tinggi dengan hanya mengandalkan motor elektrik saja.

Contoh Mercedes-Benz misalnya, pada pilihan E-Mode, maka baik itu di kecepatan rendah maupun ketika performa lagi tinggi, mobil akan mengandalkan asupan tenaga dari motor listrik saja, tanpa setetes pun bahan bakar yang diolah menjadi tenaganya.

So.. sehari-hari kamu bisa menggunakannya seperti mobil listrik. Tidak ada suara exhaust, tidak juga menghasilkan emisi, hanya perlu mengecasnya saja. Jika dirangkum, mobil ini memiliki kemampuan total mobil elektrik dan mobil konvensional. Wajar saja jika harganya lebih mahal dibandingkan varian hybrid saja alias 2X lipat.

Performance Hybrid

Tipe F1 ini mungkin sebenarnya sering kamu lihat, tapi sulit untuk dikenali. Coba saja  perhatikan adu cepat jet darat Formula 1. Ya, mobil-mobil di Formula 1 saat ini bahkan sejak beberapa tahun lalu, sudah mencerminkan penggunaan teknologi hybrid.

Sejak perubahan regulasi di tahun 2009 lalu, bukan hanya turbo saja yang digunakan untuk meningkatkan tenaga sambil mengurangi kapasitas mesin, namun motor elektrik juga tanamkan di dalam mobil F1 beserta baterai lithiumnya, Demi mendongkrak tenaganya. Mesin 1.6 liter V6 turbonya menghasilkan sekitar 600 dk, sedangkan motor elektriknya bisa menyumbang hingga 160 dk. Tentu tenaga yang sangat luar biasa jika melihat besaran kapasitas mesin konvensionalnya hanya 1.6 liter saja sob hhuuh..

Trus gimana ni para sahabat (Blog Wartawan Rusuh) udah pada paham dengan hybrid ? atau gagal paham aduh jagan ya..


Source news: Formula1.com, Toyota, Edmunds.com

Foto: Newspress USA, Newspress UK



Share on Google Plus

About Punk5sunda

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Ayo Berkomentar Yang Baik, Jangan Spam !